Melukis Pelangi

Melukis Pelangi

Minggu, 31 Agustus 2014

My Lovely Honey


Tulisan ini kurangkai untuk dia yang menatap matahari dengan mata berbinar. My Lovely Honey.
Tiada yang mampu aku ucapkan atas syukurku akan cahaya yang ia pancarkan. Tiada yang mampu aku ucapkan atas syukurku akan semangat yang terus menerus ia pompa. Tiada yang mampu aku ucapkan atas syukurku akan semua yang ia berikan.

Wahai Rabbi,
Dengan mata sayuku yang selalu saja dialiri oleh aliran anak sungai bening itu. Dengan tangan lemahku yang selalu saja bergemetaran menengadah kepadaMu, Rabbi. Dengan hati kecilku yang terus saja bertasbih kepadaMu, Rabbi.

Duhai Rabbi, aku memohon limpahkanlah rahmat dan karuniaMu kepadanya. Aku memohon jaga ia untukku. Dan aku memohon lindungi ia dengan cintaku padanya karena Mu.

My Lovely Honey,
Setiap kata yang engkau keluarkan selalu semerbak cinta dan impian manis nan syahdu yang memancar dari kutulusan jiwamu.

My Lovely Honey,
"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti
isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." 
(Kahlil Gibran)


Salam cinta dari anakmu,
Satu mutiara dari tujuh mutiara yang engkau miliki.