Melukis Pelangi

Melukis Pelangi

Senin, 09 Februari 2015

Belum Surga,Tapi Serambinya



Rumahku hanyalah sebentuk bait,
Tempat melabuh rindu, membagi tawa dan pangkuan,
Lalu wangian surga semilir bersama tahmid
Tempat menegak malam dengan dzikir menggigil dan tangis pertaubatan

Rumahku adalah rasa aman dalam genggaman jemari Ar-Rahman
Rumahku adalah juga derak kekhawatiran
Agar tiada lena dalam fana

Rumahkulah kutub salju yang mendamai hati dan menyejuk rasa
"Masuklah, berselimut, rehat!"
Terkadang ia mentari yang menyala, menegur hati, dan menggerak
"Keluarlah, da’wah, jihad!"

Rumahku perhentian
Tempat iman diperbarui dan ruh diisi ulang
Lalu aku harus keluar membukti amalan
Rumahku, menawan tenteram, menggerak bandang

Rumahku
Mungkin belum surga, tapi Insya Allah
Serambinya

-ust.Salim A.Fillah -

Minggu, 08 Februari 2015

Ukhuwah Indah Menuju Jannah, Iyakah?





(Umar Hidayat, M.Ag)

“Sungguh tiap mukmin itu bersaudara”
Tak usah risau lantaran ukhuwah hanya akibat dari iman.
Karena saat kita melemah, saat keakraban kita merapuh. Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan.

Saat kebaikan justru melukai. Sesungguhnya yang rusak bukanlah ukhuwah.
Tapi iman-iman kita sedang sakit. Mari kita waspadai jebakan setan hingga melemahkan keimanan.

PERSAHABATAN bukanlah pelangi, yang indah hanya sekejap...
PERSAHABATAN bukan pula matahari, yang menemani ½ hari...
PERSAHABATAN adalah Hati yang melekat dalam diri & akan ada dalam jiwa.
PERSAHABATAN bukan pula BULAN yang nampak indah hanya saat PURNAMA..
Ia seperti UDARA yang kita hirup saat terlelap dan terjaga.

Dalam Quwwatun Imaniyah. Disaat seperti inilah selaksan kerinduan yang tak harap berpisah. Maka pantas saja Al Faruq, Umar bin khatab pernah melantunkan kata “ Aku tidak mau hidup lama di dunia yang fana ini kecuali karena tiga hal: keindahan berjihad dijalanNya, repotnya berdiri Qiyamul Lail, dan indahnya bertemu dengan sahabat lama”.