Sering kita tidak 'ngeh' dengan sesuatu yang kita kerjakan ini sejatinya bernilai. Giliran kerjaan itu tampak besar, semangat luar biasa. Namun ketika kerjaan itu kecil, tulangpun terasa luruh. Tidak semangat. Tidak maksimal.
Hei shalihah.. ! kamu ngerjain ini untuk siapa? untuk mereka? untuk kakak itu untuk seseorang yang tersembunyi dibalik tirai pink itu?
Rabbi... terlalu.
Terkadang kita berfikir, senyum itu tergantung mood. Jika tidak mood maka terima sajalah wajah cemberut ini.
Terkadang kita berfikir, meluangkan sedikit tempat duduk untuk saudari sering terlupa.
Terkadang kita berfikir, membalas pesan yang masuk dengan tulisan 'y, bisa' terasa begitu sulit. Tidak sempat. Sibuk.
Terkadang kita berfikir, menyodorkan segelas air putih disaat saudari kelelahan sering di anggap lebai.
Terkadang kita berfikir, memberikan sedikit pijitan untuk saudari tak terlintas difikiran.
Terkadang kita berfikir, mema'afkan kesalahan saudari terasa begitu sulit.
Terkadang kita berfikir, mengikhlaskan apa yang terjadi, yang diberikan, dan yang dikorbankan padahal (cuma) sedkit terasa begitu berat.
Dan,
Terkadang kita berfikir, memberi itu begitu sulit daripada menerima.
Ingatkah sebuah kisah sahabat yang masuk syurga karena amalan rutinnya?
Kecil memang, namun ada ikhlas disana.
Kecil memang namun membuat para sahabat penasaran dengan siapakah dirinya?
Kecil memang tapi bisa merayu Allah SWT untuk memasukannya ke syurga.
"Seringkali pekerjaan besar dianggap kecil karena niatnya, dan seringkali pekerjaan kecil dianggap besar karena niatnya."
Rabbi.. ampuni aku diatas segala kekhilafan dan ketidakberdayaanku. Tuntun kami agar selalu dijalanMu.

