Melukis Pelangi

Melukis Pelangi

Kamis, 02 April 2015

Karena Kita Tidak Tahu, Amalan Mana yang Membuat-NYA Ridho

"Jangan remehkan amalan-amalan kecil yang mungkin kita fikir itu tidak seberapa. Karena kita tidak tahu pada amalan yang mana yang di ridhoi Allah SWT".


Sering kita tidak 'ngeh' dengan sesuatu yang kita kerjakan ini sejatinya bernilai. Giliran kerjaan itu tampak besar, semangat luar biasa. Namun ketika kerjaan itu kecil, tulangpun terasa luruh. Tidak semangat. Tidak maksimal.
Hei shalihah.. ! kamu ngerjain ini untuk siapa? untuk mereka? untuk kakak itu untuk seseorang yang tersembunyi dibalik tirai pink itu?

Rabbi... terlalu.

Terkadang kita berfikir, senyum itu tergantung mood. Jika tidak mood maka terima sajalah wajah cemberut ini.
Terkadang kita berfikir, meluangkan sedikit tempat duduk untuk saudari sering terlupa.
Terkadang kita berfikir, membalas pesan yang masuk dengan tulisan 'y, bisa' terasa begitu sulit. Tidak sempat. Sibuk.
Terkadang kita berfikir, menyodorkan segelas air putih disaat saudari kelelahan sering di anggap lebai.
Terkadang kita berfikir, memberikan sedikit pijitan untuk saudari tak terlintas difikiran.
Terkadang kita berfikir, mema'afkan kesalahan saudari terasa begitu sulit.
Terkadang kita berfikir, mengikhlaskan apa yang terjadi, yang diberikan, dan yang dikorbankan padahal (cuma) sedkit  terasa begitu berat.

Dan,
Terkadang kita berfikir, memberi itu begitu sulit daripada menerima.


Ingatkah sebuah kisah sahabat yang masuk syurga karena amalan rutinnya?
Kecil memang, namun ada ikhlas disana.
Kecil memang namun membuat para sahabat penasaran dengan siapakah dirinya?
Kecil memang tapi bisa merayu Allah SWT untuk  memasukannya ke syurga.

"Seringkali pekerjaan besar dianggap kecil karena niatnya, dan seringkali pekerjaan kecil dianggap besar karena niatnya."


Rabbi.. ampuni aku diatas segala kekhilafan dan ketidakberdayaanku. Tuntun kami agar selalu dijalanMu.

 

Kamis, 19 Maret 2015

Sungguh Aku Paham Aku

Bismillah...

Duhai dikau yang disana, aku ingin menyampaikan apa yang kau tanya.
Mau kah sejenak mendengarkan?

Mereka kata aku jual mahal,
Mereka kata aku sombong,
Mereka kata aku memilih ...

Apalah daya diriku atas semua yang mereka kata.

Aku paham diriku,
Aku terlalu mengerti diriku,
Dan aku tahu titik-titik dimana berdiriku sedikit menunduk,
Dimana hatiku berdetak kencang,
Dimana mataku tidak tahan untuk mengalihkan pandangan,
Dimana batinku berteriak, berkata "jangan!"

Sungguh aku paham.

Maka dari itu ku bangun tembok tinggi kokoh dan menjulang disini, tepat di segumpal daging yang berdetak itu. Agar tak seorangpun mampu merobohkannya. Kecuali DIA. DIA. Ya, DIA.
Sang pemilik segumpal daging ini. Yang maha membolak-balikkannya.
Dengan seseorang yang berada di belakang_ NYA. Dengan segenap imannya.

My First Book ... :)

Alhmdulillah...
My First Book ... :)

design cover by nuansa embun senja

Kontributor Penulis : 

BianglalaHijrah - MeykkeSantoso - Nur Fajrina Rakhmawati - Dhito Nur Ahmad - Bunga Sholekha - Nuryanti Tiara Dewi - Chacha Erika -F Desiana - Embun Tsauqi - Meta Utami - Rizki Ayu Amaliah - Kinanti Larasati Pandanwangi - M. Aditya - Lenni Ika Wahyudiasti - Leni S Dewi - Nur Faidah Hasan - Najma Al-Firdausy - Miman - Mila Nur Aziza - Yeyet Nurhayati - Y. Retno Wulan - Windyani - Wahda Khadija Salsabiila - Ulfah Nabila - Samudrawan Kertapati - Pritta Tamara -Asiyah - SA_Muth - Azka Ar-Rumaishaa







Telah terbit!!
Antologi kisah inspiratif dari 29 penulis cerpen terbaik. Yukk buruan order!!! Dapatkan manfaat dari buku ini yang akan menginspirasi dan membuatmu bersemangat dalam meraih impian ^_^
*****************

JUDUL : Menangkap Mimpi
ISBN : 978 - 602 - 7896 - 83 -3
Tebal :  hal (  x  )
Harga : 45. 000,- (belum termasuk ongkir)
Penulis : bianglalahijrah, dkk.
Editor : Yusnia Agus Saputri
Design Cover : Nuansa Embun Senja


Untuk Pemesanan Silakan ketik:

MM#Nama Lengkap#Alamat Lengkap#Jumlah#Nomor HP …
Kirim ke 0877 0538 0599 atau bisa juga Inbox kami.


SINOPSIS:
  
Bermimpilah,karena mimpi yang akan membuat hidupmu bermakna. Mimpi adalah kekuatan yangakan selalu melecut semangat setiap orang untuk bangkit menjadi lebih baik,lantas berusaha untuk meraih mimpi tersebut. (Menangkap Mimpi - Bianglala Hijrah)

Maka,nikmat Tuhanku yang mana lagi yang akan aku dustakan? Memangbenar, bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu. Namun jangan lupauntuk bangun, berdoa, dan berusaha agar mimpi-mimpi itu berganti posisi daridipeluk Tuhan menjadi dipeluk lengan. Dari sebatas angan menjadi kenyataan. (Meykke Santoso - 3 Impian, 1 Kayuhan)

Rupanya orangtuaku telah menerapkan konsep LongLife Education atau pendidikan sepanjang hayat sejak aku masih berusiadini. Orang tua menanamkan suatu pemahaman bahwa menuntut ilmu itupenting.  Islam sebagai agama yang aku anut juga mengajarkan tentangpembelajaran pendidikan yang seharusnya dilakukan oleh manusia sepanjanghayatnya.(Sukses itu Dimulai dari Tingginya Impian - Nur Fajrina Rakhmawati)

Setelahitu semua aku melanjutkan tapak impian. Menyebarkan berbagai lamaran kuliah master ke berbagai penjuru dunia.Akhirnya, setelah melalui berbagai tahapan seleksi aku berhasil meraih beasiswakuliah pada sebuah universitas di Jerman. Alhamdulillah. Itulah kata yang takhabis kuulang, sembari memandangi langit Jogja yang temaram.(Menjadi Manusia Antar Bangsa - Dhito Nur Ahmad)




***********************************


Minggu, 08 Maret 2015

Suatu Hari Nanti, Insya Allah

Mataku tak mau berpaling dari bacaan disetiap status seorang penulis muda itu. Luar biasa, sepertinya mataku menemukan kesukaannya. Padahal hidungku sudah memerah karena tersiksa oleh cairan putih kelabu yang selalu nangkring dihidungku setiap 2 bulan sekali. Kepalakupun tak mau kalah dengan nyut-nyutan manjanya. Sebenarnya mataku sudah teramat letih untuk terus mengikuti perintah otakku. Tetapi untuk kali ini, dia mengalah. Demi kesukaannya yang selalu ku halang.

Subhanallahu, jika membaca karya mereka. Ya, karya mereka. karyaku? tulisan tanganku? belum seberapa. Baru beberapa judul yang nangkring di buku keroyokan (antologi). Alhamdulillah.. sabarlah wahai diri. Tugasmu hanya berusaha, mencoba dan ikhtiar... Semua Allah yang tentukan. Apakah Allah akan mengabulkan cita-cita masa kecilmu atau malah menukarnya dengan takdir yang lebih baik menurut-Nya.

Ingatlah wahai diri, tugasmu hanya serius menapaki dunia literasi ini.
Semangatlah selalu wahai diri!

Senin, 09 Februari 2015

Belum Surga,Tapi Serambinya



Rumahku hanyalah sebentuk bait,
Tempat melabuh rindu, membagi tawa dan pangkuan,
Lalu wangian surga semilir bersama tahmid
Tempat menegak malam dengan dzikir menggigil dan tangis pertaubatan

Rumahku adalah rasa aman dalam genggaman jemari Ar-Rahman
Rumahku adalah juga derak kekhawatiran
Agar tiada lena dalam fana

Rumahkulah kutub salju yang mendamai hati dan menyejuk rasa
"Masuklah, berselimut, rehat!"
Terkadang ia mentari yang menyala, menegur hati, dan menggerak
"Keluarlah, da’wah, jihad!"

Rumahku perhentian
Tempat iman diperbarui dan ruh diisi ulang
Lalu aku harus keluar membukti amalan
Rumahku, menawan tenteram, menggerak bandang

Rumahku
Mungkin belum surga, tapi Insya Allah
Serambinya

-ust.Salim A.Fillah -

Minggu, 08 Februari 2015

Ukhuwah Indah Menuju Jannah, Iyakah?





(Umar Hidayat, M.Ag)

“Sungguh tiap mukmin itu bersaudara”
Tak usah risau lantaran ukhuwah hanya akibat dari iman.
Karena saat kita melemah, saat keakraban kita merapuh. Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan.

Saat kebaikan justru melukai. Sesungguhnya yang rusak bukanlah ukhuwah.
Tapi iman-iman kita sedang sakit. Mari kita waspadai jebakan setan hingga melemahkan keimanan.

PERSAHABATAN bukanlah pelangi, yang indah hanya sekejap...
PERSAHABATAN bukan pula matahari, yang menemani ½ hari...
PERSAHABATAN adalah Hati yang melekat dalam diri & akan ada dalam jiwa.
PERSAHABATAN bukan pula BULAN yang nampak indah hanya saat PURNAMA..
Ia seperti UDARA yang kita hirup saat terlelap dan terjaga.

Dalam Quwwatun Imaniyah. Disaat seperti inilah selaksan kerinduan yang tak harap berpisah. Maka pantas saja Al Faruq, Umar bin khatab pernah melantunkan kata “ Aku tidak mau hidup lama di dunia yang fana ini kecuali karena tiga hal: keindahan berjihad dijalanNya, repotnya berdiri Qiyamul Lail, dan indahnya bertemu dengan sahabat lama”.

Rabu, 28 Januari 2015

About Us, Ukhti sahabat ^_^

Bismillah...

"Sahabat, tersebut dalam do'a. Mengingatkan dikala lupa".

Syukran rabbi..
Alhamdulillah, aku bersyukur dipertemukan denganmu sahabat.
Ingatkah ultimatum kita dulu?
"Kita jadi sahabat, ya".
 Aku tersenyum. Subhanallahu... seperti ada energi positif yang kau alirkan ke aliran darahku.
"ya, kita jadi sahabat".

Itu tak sekedar 'harapan palsu' kawan. Seperti katamu "sahabat yang membawa ke syurga, insya allah".
Begitu juga dengan dirimu.
Tahukah dirimu hal yang aku sukai? aku suka bertemu dengan para ukhti 2010. Mendengarkan suaranya, ceritanya, sharingnya, bahkan melihat wajahnya saja langsung ada energi yang mengalir. yang membuat wajahku lebih cerah dan senyumkupun merekah. Itu kunamakan energi ukhuwah.

Kamu salah satunya elemennya.
 Sejujurnya aku tidak tahu harus menulis apa untuk dirimu yang luar biasa. Aku rasa tidak cukup dengan tulisan biasa. Tapi hanya ini yang aku bisa. Afwan.
Karena memang aku bukan ahli merangkai kata. Tidak juga lihai menyatukan kata hingga menjadi satu kesatuan kalimat tak terkata.
Sungguh, berat awalnya menuliskan rangkaian kata untukmu. Karena menurutku melihatmu mewakili sejuta kata.

Ukhti, dirimu adalah salah satu warna dari puluhan warna yang menghiasi relung ukhuwah ini.
Semua indah, semua punya keunikkan tersendiri. Semua punya cara sendiri untuk menghiasi relung ukhuwah, disini. Dihati ini.
Ukhti, dirimu seperti besi ukhuwah yang kuat, yang bisa menarik senyumku untuk tampil di panggung dunia.



Ukhti, jika semangatku mulai melemah... salah satu caraku menguatkannya kembali adalah mengingat sahabat-sahabatku.

Tetap semangat ukh.. yakinlah bahwa Allah penulis skenario terhebat untuk kita semua. Aku yakin Allah sedang mempersiapkan skenario terindah untukmu ukhti.. ^_^

Aku tidak tahu apakah ini bisa dikatakan motivasi entah bagaimana. Tapi sepertinya ini lebih kepada tentang kita.
Ingin kukatakan bahwa aku berat menerima perpisahan. Tapi aku yakin bahwa allah akan pertemukan kita suatu hari nanti. Entah dimana.

Ukhti, jika suatu hari nanti aku terjatuh. Bantu aku untuk berdiri. Jika tidak, izinkan aku hadirkan dirimu di ingatan.

Ukhti, jika di akhirat nanti tak kau temukan aku di syurga-Nya. Tolong izin pada Rabb kita untuk mencariku di neraka. Pegang erat tanganku, dan bawa aku bertemu Rabb kita.

Semoga ikatan ukhuwah ini terbina untuk selamanya.