Melukis Pelangi

Melukis Pelangi

Minggu, 18 Desember 2011

Mencari sosok Aisyah R.A di zaman modern.

Biografi indah yang ditulis oleh sulaiman an-nadawi tentang sosok “ummul mukminin” ( ibunya kaum muslimin ), Aisyah R.A.
Sosok aisyah yang tergambar dengan jelas, beliau adalah sosok wanita idaman, atau lebih cocoknya “pendamping” idaman. Aisyah R.A, dibalik perannya sebagai istri rasulullah ternyata memiliki kebiasaan layaknya manusia biasa, terkadang ia cemburu, ketika rasul bersama istri yang lain dan di sisi lain ia sangat kritis terhadap pemahaman yang lebih mendalam tentang ayat-ayat al-Quran.

Pada usianya yang masih sangat belia, atau bisa dikatakan masih “kanak-kanak” ( sekitar berusia 6 Tahun ), Aisyah sudah menjadi istrirasul, dimana menurut biografi yang ditulis Sulaiman An-nadawi, pada zaman rasul  dan bangsa arab kala itu, usia 6-9 tahun, para wanitanya telah berperawakan / berpostur layaknya orang dewasa.


Di awal pernikahan hingga mencapai usia baligh, Aisyah masih tinggal bersama kedua orang tuanya, yaitu Abu bakar R.A dan Ummu ruman. dan ketika sudah mencapai usia baligh ( sekitar usia 9 tahun ) barulah , aisyah tinggal bersama rasulullah.
Masa-masa yang indah , saat aisyah menjadi istri rasul, ia termasuk istri rasul yang sangat cerdas bersama ummu salamah..betapa tidak, hadits-hadits yang keluar dari mulut rasul, yang telah ditentukan oleh ALLAH beserta ayat demi ayat yang diturunkan selama belasan tahun oleh ALLAH kepada Rasul, ia hafal dan terekam dengan baik di memorinya. Maka tidaklah heran, jika banyak sekali hadits-hadits yang sekarang telah dibukukan, baik shahih muslim, bukhari dan lain-lain, bersumber ( perawinya ) melalui Aisyah R.A.
Masa-masa yang indah , saat aisyah menjadi istri rasul, ada satu kejadian yang terjadi ketika, kaum muslim pulang dari perjalanan jauh, ketika itu Aisyah.R.A mendapat jatah untuk menemani Rasulullah. 
Ketika rombongan tersebut beristirahat di tengah padang pasir, Aisyah yang ketika itu, berada di tandunya menyadari, ternyata kalung saudaranya, yang ia pakai telah terjatuh. Lalu, Aisyah.R.A bergegas keluar dari tandu dan mencari kalung tersebut, tanpa disadari, ketika ia terus mencari benda yang terjatuh itu, ia tertinggal dari rombongan kaum muslimin. Aisyah pun lalu beristirahat di bawah pohon, dan beranggapan nantinya para pembawa tandu, lambat laun akan menyadari bahwa ia tidak berada di tandunya..ia pun tertidur, ternyata salah seorang sahabat rasul, yang bernama safwan, juga tertinggal di belakang rombongan, dan mendapati Aisyah tertidur di bawah pohon. Dikarenakan pada waktu itu, perintah “hijab” telah turun, maka safwan segera memberi isyarat agar aisyah naik ke untanya, dan safwan menuntun unta, sambil berjalan kaki. Sesampainya di Madinah ( Red. kalau saya tidak salah ), maka timbullah gunjingan bahwa Aisyah R.A telah selingkuh dengan safwan..tetapi singkat cerita, yang “mengklarifikasi” berita bohong ini dan sempat menggemparkan umat islam dan ladang bagi para kaum munafik, untuk menyebarkan haditsul ifki, ternyata ALLAH langsung menurunkan ayat yang berkenaan dengan masalah ini, dan menjelaskan bahwa Aisyah dan safwan tidak bersalah.
subhanallah, ummul mukminin yang satu ini memang luar biasa, sampai-sampai klarifikasi datang dari sang khalik melalui wahyu yang dikirimkan kepada Rasulullah.

Masa-masa yang indah , saat aisyah menjadi istri rasul..Aisyah ketika menjadi istri rasul, masih sangat belia, tetapi ia bisa dengan baik memposisikan dirinya sebagai istri seorang rasul, walaupun di masa belianya itu, ia masih bermain dengan teman-teman seusianya dan tak jarang pula, ia dimarahi oleh ibunya ( Ummu ruman ), karena sikapnya yang terkadang manja. Tetapi dibalik itu, ia merupakan istri yang sangat taat dan zuhud, ketika rasul melakukan Qiyam ( shalat malam ), Aisyah pun ikut terjaga, ketika ia menyadari Rasul sudah “menjauhkan lambungnya dari tempat tidur” , untuk bermunajat kepada sang khalik.
Tak pernah ia mengeluh, harus bersusah payah bangun malam…tapi kita sebagai umat akhir zaman cenderung malas.

Masa-masa yang indah , saat aisyah menjadi istri rasul..Aisyah bukanlah seorang wanita yang lemah, tetapi ia merupakan sosok wanita yang pemberani. Ketika ia mendapat jatah untuk menemani Rasul di beberapa perang, ia pun ikut berjihad , dengan membantu memberikan perawatan kepada para jundullah ( tentara-tentara ALLAH ) yang terluka dan memberikan minuman kepada mereka. Tetapi ketika perintah hijab turun, maka para wanita dianjurkan untuk tidak ikut berperang, dan sebagaimana rasul bersabda bahwa jihad kaum perempuan adalah “Haji”. Dan Aisyah pun rutin melaksanakan ibadah haji tiap tahunnya.
Masa-masa yang indah , saat aisyah menjadi istri rasul..Aisyah sangat dekat dengan Fatimah R.A yang merupakan anak perempuan Rasul dari pernikahan dengan Khadijah Binti Khuwailid.
Aisyah dan fatimah memiliki tingkat kecerdasasn yang tinggi, tetapi seperti yang kita ketahui, tidaklah banyak fatimah menjadi perawi hadits rasul, karena ia wafat tidak lama setelah rasululullah wafat, sedangkan Aisyah wafat ketika pada zaman kekhalifhan Mu’awiyah sedang berlangsung.

Masa-masa yang indah , saat aisyah menjadi istri rasul..Pada detik-detik menjelang Rasulullah wafat, di rumah Aisyah-lah Rasul berada, dan di pangkuan Aisyah pula rasul wafat, ketika itu dengan sabarnya Aisyah merawat Rasul hingga ALLAH memanggil sang rasul ALLAH…
Masa-masa yang indah , saat aisyah menjadi istri rasul..Pernikahan Aisyah dengan Rasullullah tidak dikarunai anak, tetapi Aisyah banyak merawat anak-anak, termasuk anak dari saudarinya. Sehingga Aisyah tidak pernah mengeluh ketika ALLAH tidak memberikannya anak, karena ia yakin semuanya telah ditentukan oleh ALLAH dan telah terobati dengan banyaknya anak-anak yang diasuh oleh aisyah.
Masa-masa yang indah , saat aisyah menjadi istri rasul..Pada zaman kekhalifahan Abu Bakar dan Umar Ibnul khattab, para ummul mukminin dan kaum muslimin hidup damai dan makmur. Namun pada zaman kekhalifahan Utsman R.A dan Ali R.A muncullah golongan-golongan kaum munafik yang mencoba menyebar haditsul ifki ( berita bohong ) dan mengadu domba kaum muslimin, serta puncaknya
adalah terjadi perang saudara antara kaum muslimin di perang Jamal, pada masa kekhalifahan Ali R.A

Sungguh sosok Aisyah merupakan “role model” terbaik bagi kaum wanita khususnya, bagaimana ia bisa menjaga tingkah laku dan izzah dan berperilaku hormat terhadap orang tua dan suaminya. Sosok yang tegar , cerdas lagi santun. Mudah-mudahan buku-buku biografi dan sirah-sirah nabawiyah yang sekarang mulai banyak diproduksi, menjadi salah satu komponen tambahan penuntun hidup kita.
Dan , pertanyaannya masih sama, “Mencari sosok Aisyah R.A di zaman modern…’ masihkah ada ?..InsyaALLAH era akan berubah menjadi era dimana kebangkitan kaum muslim yang berperilaku layaknya suri tauladan kita , Rasulullah dan kaum perempuannya yang berperilaku seperti para ummul mukminin.
Amin.

Dikutip dari sebuah artikel, semoga bermanfaat ... ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar