Melukis Pelangi

Melukis Pelangi

Selasa, 16 September 2014

Lomba Menulis

Lomba Menulis Cerpen Remaja bertema “Ini Aku Ini Hidupku” RADITEENS PUBLISHER DL 20 September 2014 PJ Isna Nurul
Terkadang hidup membuat kita harus menuruti kemauan orang-orang yang ada di sekitar. Menuntut kita harus begini atau begitu. Memaksa kita harus mengatakan “iya” untuk sesuatu yang memburukkan kita, sesuatu yang tidak kita mau. Padahal, hidup adalah hak perseorangan, dan seharusnya, mereka tau, bahwa kita yang lebih tau apa yang terbaik buat diri kita sendiri. Terkadang, kita butuh keberanian untuk mengatakan “tidak”. Butuh keberanian untuk menutup telinga rapat-rapat dari amarah, gosip, dan cemoohan orang. Dengan berani memegang teguh pendirian dan sesuatu yang menurut kita benar.
Daripada cuma dipendam dalam hati,yuk ceritakan kisah perjuanganmu melindungi komitmen yang kau pilih. Dan inspirasikan kepada semua orang, untuk dapat memegang teguh pendirian. Syarat dan ketentuan:
1. Bergabung di Grup Kepenulisan“Write With Love” dan berteman dengan akun Facebook PJ Event yakni Isna Nurul ( https://m.facebook.com/nha.unyuunyu1?ref_component=mbasic_home_header&ref_page=XNotesPermalinkController ) dan penerbit Raditeens Publisher
2. Like Fanspage Raditeens Publisher
3. Cerpen ditulis dalam format Ms.Word, A4, TNR font 12 spasi 1,5 margin normal, 4-5 halaman, sudut pandang orang pertama (aku/saya)
4. Sertakan biodata singkat yang berisi nama asli/nama pena, akun Facebook, dan tempat tinggal.
5. 1 peserta maksimal mengirim 2 cerpen.
6. Kirim naskah ke e-mail: cra.raditeens@gmail.com dalam bentuk lampiran, bukan di badan email.
7. Subjek dan Nama File: CR_judul _nama penulis (perlu diperhatikan, karena kesalahan banyak terletak disini)
8. Deadline: 20September 2014, pukul 23.59 WIB
9. Naskah merupakan karya asli penulis, tidak mengandung unsur SARA, dll.
10. Copas info ini ke note FB peserta dan tag ke minimal 15 teman FB,termasuk PJ Event
11. Pengumuman peserta yang lolos selambatnya dua minggu setelah deadline dan diinfokan di Grup Kepenulisan“Write With Love”
12. Update peserta bisa dilihat diGrup Kepenulisan “Write With Love”
13. Naskah terpilih akan dibukukan (menyesuaikan), jadi akan dilakukan seleksi demi menjaga kualitas karya.
14. Segala pertanyaan, inbox PJ Dan dari karya terpilih yang lolos untuk dibukukan, nantinya akan dipilih kembali 2 peserta dengan karya terbaik yang akan mendapatkan :
1. Terbaik1 mendapatkan Voucher Penerbitan senilai Rp.150.000 (tidak dapat diuangkan) Pulsa25.000 e-sertifikat
2. Terbaik2 mendapatkan Voucher Penerbitan senilai Rp.100.000 (tidak dapat diuangkan) Pulsa 20.000 e-sertifikat
3. Semua kontributor terpilih nantinya akan mendapatkan e-sertifikat Baiklah, kami tunggu karya-karya terbaik kalian.

Rabu, 03 September 2014

AKU RINDU


 



Suasana dulu, dengan suasana sekarang tentu berbeda,
Aku tahu, aku paham, tapi aku rindu.
Orang dulu, dengan orang sekarang tentu berbeda,
Aku tahu, aku paham, tapi aku rindu.
Kebiasaan, dulu, dengan kebiasaan sekarang tentu berbeda,
Aku tahu, aku paham, tapi aku rindu.
Tantangan dulu, dengan tantangan sekarang tentu berbeda,
Aku tahu, aku paham, tapi aku rindu.

Aku rindu wahai ukhti.
Aku rindu.
Harus bagaimana aku melukiskan perasaan ini.
Aku tidak bisa, tanganku kaku, pensilku jatuh, dan kertasku berterbangan.
Aku rindu, aku rindu, aku rindu.

Aku rindu suasana dulu.
Aku rindu orang dulu.
Aku rindu kebiasaan dulu.
Aku rindu merindu wahai ukhti.

Tahukah kalian, akhir-akhir ini perasaan merindu itu menyiksaku.
Menyiksa perhatian fokusku.
Menyiksa hati kecilku.
Menyiksa batinku yang selalu saja merindu.

Wahai ukhti,
Akhir-akhir ini aku sering mengulang episode lama.
Mengutak-atik kenangan lama.
Membongkar kenangan yang jauh tersimpan di folder rahasia hati.

Aku merindu karena Allah wahai saudari seimanku.
Kita bertemu karena Allah, dan berpisahpun karena-Nya.
Berpisah lahir, namun tentu saja tidak dengan batin.
Selama kita bersama melukis kenangan itu jika ada pensil yang patah ataupun kertas yang robek karenaku, aku mohon ma’afkanlah.
Karena aku baru pandai melukiskan kenangan.

“ Suatu hari nanti, saat semua telah menjadi masa lalu aku ingin berada diantara mereka yang bercerita tentang perjuangan yang indah dimana kita sang pejuang itu sendiri. Tak pernah kehabisan energi untuk terus bergerak meski terkadang godaan tuk berhenti atau bahkan berpaling arah begitu menggiurkan. Keep istiqomah!,”
Add caption