Lomba Menulis Cerpen Remaja bertema “Ini Aku Ini Hidupku” RADITEENS PUBLISHER DL 20 September 2014 PJ Isna Nurul
Terkadang hidup membuat kita harus menuruti kemauan orang-orang yang
ada di sekitar. Menuntut kita harus begini atau begitu. Memaksa kita
harus mengatakan “iya” untuk sesuatu yang memburukkan kita, sesuatu yang
tidak kita mau. Padahal, hidup adalah hak perseorangan, dan seharusnya,
mereka tau, bahwa kita yang lebih tau apa yang terbaik buat diri kita
sendiri. Terkadang, kita butuh keberanian untuk mengatakan “tidak”.
Butuh keberanian untuk menutup telinga rapat-rapat dari amarah, gosip,
dan cemoohan orang. Dengan berani memegang teguh pendirian dan sesuatu
yang menurut kita benar.
Daripada cuma dipendam dalam hati,yuk
ceritakan kisah perjuanganmu melindungi komitmen yang kau pilih. Dan
inspirasikan kepada semua orang, untuk dapat memegang teguh pendirian.
Syarat dan ketentuan:
1. Bergabung di Grup Kepenulisan“Write With Love” dan berteman dengan akun Facebook PJ Event yakni Isna Nurul ( https://m.facebook.com/nha.unyuunyu1?ref_component=mbasic_home_header&ref_page=XNotesPermalinkController ) dan penerbit Raditeens Publisher
2. Like Fanspage Raditeens Publisher
3. Cerpen ditulis dalam format Ms.Word, A4, TNR font 12 spasi 1,5
margin normal, 4-5 halaman, sudut pandang orang pertama (aku/saya)
4. Sertakan biodata singkat yang berisi nama asli/nama pena, akun Facebook, dan tempat tinggal.
5. 1 peserta maksimal mengirim 2 cerpen.
6. Kirim naskah ke e-mail: cra.raditeens@gmail.com dalam bentuk lampiran, bukan di badan email.
7. Subjek dan Nama File: CR_judul _nama penulis (perlu diperhatikan, karena kesalahan banyak terletak disini)
8. Deadline: 20September 2014, pukul 23.59 WIB
9. Naskah merupakan karya asli penulis, tidak mengandung unsur SARA, dll.
10. Copas info ini ke note FB peserta dan tag ke minimal 15 teman FB,termasuk PJ Event
11. Pengumuman peserta yang lolos selambatnya dua minggu setelah deadline dan diinfokan di Grup Kepenulisan“Write With Love”
12. Update peserta bisa dilihat diGrup Kepenulisan “Write With Love”
13. Naskah terpilih akan dibukukan (menyesuaikan), jadi akan dilakukan seleksi demi menjaga kualitas karya.
14. Segala pertanyaan, inbox PJ Dan dari karya terpilih yang lolos
untuk dibukukan, nantinya akan dipilih kembali 2 peserta dengan karya
terbaik yang akan mendapatkan :
1. Terbaik1 mendapatkan Voucher Penerbitan senilai Rp.150.000 (tidak dapat diuangkan) Pulsa25.000 e-sertifikat
2. Terbaik2 mendapatkan Voucher Penerbitan senilai Rp.100.000 (tidak dapat diuangkan) Pulsa 20.000 e-sertifikat
3. Semua kontributor terpilih nantinya akan mendapatkan e-sertifikat
Baiklah, kami tunggu karya-karya terbaik kalian.
Melukis Pelangi
Selasa, 16 September 2014
Rabu, 03 September 2014
AKU RINDU
Suasana dulu,
dengan suasana sekarang tentu berbeda,
Aku tahu, aku
paham, tapi aku rindu.
Orang dulu,
dengan orang sekarang tentu berbeda,
Aku tahu, aku
paham, tapi aku rindu.
Kebiasaan,
dulu, dengan kebiasaan sekarang tentu berbeda,
Aku tahu, aku
paham, tapi aku rindu.
Tantangan
dulu, dengan tantangan sekarang tentu berbeda,
Aku tahu, aku
paham, tapi aku rindu.
Aku rindu
wahai ukhti.
Aku rindu.
Harus
bagaimana aku melukiskan perasaan ini.
Aku tidak
bisa, tanganku kaku, pensilku jatuh, dan kertasku berterbangan.
Aku rindu, aku
rindu, aku rindu.
Aku rindu
suasana dulu.
Aku rindu
orang dulu.
Aku rindu
kebiasaan dulu.
Aku rindu
merindu wahai ukhti.
Tahukah
kalian, akhir-akhir ini perasaan merindu itu menyiksaku.
Menyiksa
perhatian fokusku.
Menyiksa hati
kecilku.
Menyiksa
batinku yang selalu saja merindu.
Wahai ukhti,
Akhir-akhir
ini aku sering mengulang episode lama.
Mengutak-atik
kenangan lama.
Membongkar
kenangan yang jauh tersimpan di folder rahasia hati.
Aku merindu
karena Allah wahai saudari seimanku.
Kita bertemu
karena Allah, dan berpisahpun karena-Nya.
Berpisah
lahir, namun tentu saja tidak dengan batin.
Selama kita
bersama melukis kenangan itu jika ada pensil yang patah ataupun kertas yang
robek karenaku, aku mohon ma’afkanlah.
Karena aku baru
pandai melukiskan kenangan.
“ Suatu hari nanti,
saat semua telah menjadi masa lalu aku ingin berada diantara mereka yang
bercerita tentang perjuangan yang indah dimana kita sang pejuang itu sendiri.
Tak pernah kehabisan energi untuk terus bergerak meski terkadang godaan tuk
berhenti atau bahkan berpaling arah begitu menggiurkan. Keep istiqomah!,”
| Add caption |
Langganan:
Komentar (Atom)