Melukis Pelangi

Melukis Pelangi

Rabu, 06 Februari 2013

Warna-Warni Kebermanfaatan




Oleh : Siska A. Muthmainnah

Tak disangka ternyata umurku sudah 20 tahun. Sudah berkepala 2 kata orang. Rasanya baru kemaren aku menginjakkan kaki di sekolah dasar, sekarang sudah duduk pula dibangku perkuliahan. Semakin bertambahnya umurku, semakin bertambah  banyak juga orang yang aku temui, berinteraksi, saling membutuhkan, dan bahkan menjadi saudara sepenanggungan seperjuangan denganku. Sama-sama berjuang menjadi insan yang takwa disisiNya. Saling mengingatkan dalam kebenaran. Saling mengingatkan dalam kesabaran. Ada pengulangan di dua kalimat tadi. Kata “Saling”. Saling berarti ada hubungan timbal balik didua sisi tersebut. Ada sisi yang memberi, dan ada sisi yang menerima dan sebaliknya. Berarti kita membutuhkan orang lain disana. Bertanda kita bukan makhluk yang bisa hidup  sendiri. Ada peran orang lain membantu kita untuk memenuhi segala kebutuhan kita. Semakin kita menjadi orang yang kaya, orang terpenting, orang super, dan semakin lama kita hidup, kebutuhan terhadap orang lain semakin meningkat.
Kita akan banyak menemukan bermacam-macam tipe manusia. Ada yang panikkan, pemarah, penyabar,  kuat, lemah, lembut, sopan, santun, ceroboh, keras kepala, kepala batu, egois, baik hati, bahkan yang kurang ajar pun ada di dunia ini. Semuanya makhluk Allah Swt. Yang namanya “manusia”. Tiap pribadi manusia tersebut mempunyai karakter yang berbeda satu dengan yang lainnya. Indahnya dunia ini, indahnya persahabatan, dan indahnya ukhuwah islamiyah ini tercipta karena adanya perbedaan tadi. Coba bayangkan jika semua orang hanya memiliki sifat pemarah saja. Atau semua orang memiliki sifat penyabar saja. Kira-kira indah gak dunia ini dibuatnya? Aku rasa tidak sama sekali. Adanya si pemarah karena adanya sipenyabar. Adanya si kuat karena adanya si lemah. Adanya si cantik karena adanya yang kurang cantik. begitu juga seterusnya.


Coba kita lihat para sahabat rasulullah saw, semuanya punya karakter yang berbeda-beda. Abu bakar dengan sikap penyabarnya, Umar dengan sikap tegasnya, Utsman dengan sikap lemah lembut dan pemalunya, dan Ali dengan sikap cerianya. Semuanya berbeda. Tapi dengan perbedaan tersebut Islam mampu tegak karenanya. Hingga kita bisa merasakan indahnya islam dan manisnya ukhuwah pada saat sekarang ini. Nah coba bayangkan jika pada saat itu Rasulullah memaksa Umar untuk menjadi lemah lembut seperti halnya Utsman. atau Rasulullah memaksa Ali untuk penyabar dan lebih tenang seperti halnya Abu bakar. Mungkin kita tidak akan merasakan indahnya islam dan manisnya ukhuwah seperti yang kita rasakan pada saat ini. Tapi Rasulullah mendidik para sahabat sesuai dengan karakter masing-masing. Rasulullah memahami masing-masing karakter para sahabat.
Suatu hari Rasulullah tidur terlentang sedang kedua betisnya terbuka. Abu bakar dan Umar meminta izin masuk dan Beliau masih pada posisinya semula dan membiarkan betisnya tetap terbuka. Namun saat Utsman yang meminta izin masuk, Beliau langsung menutup betisnya sambil mengatakan, “ Bagaimana aku tidak merasa malu kepada orang yang malaikat saja malu kepada dia.” (HR. Muslim).
Bagaimana dengan kita wahai ikhwahtifillah? Adakah kita mengerti dan memahami sikap ataupun karakter saudara kita? Setiap kita mempunyai warna sendiri untuk menghiasi dunia dengan kebermanfaatan kita. Untuk menghiasi dunia dengan warna kita sendiri. Seperti salah satu dari 10 Ciri Pribadi Muslim yaitu “bermanfaat bagi orang lain”. Seperti halnya pelangi yang berwarna-warni. Mereka menghiasi dunia dengan warna mereka sendiri. Ada merah, kuning, hijau, dan warna lainnya. Kita juga bisa jadi pelangi dunia ini sahabat. Note: Be your self,  keep mewarnai dunia dengan warna yang kamu punya, dan bagaimanapun sikap saudara kepada kita semoga kita dapat memahami mereka.
(^_^)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar