Oleh
: Siska A. Muthmainnah
Tak
disangka ternyata umurku sudah 20 tahun. Sudah berkepala 2 kata orang. Rasanya
baru kemaren aku menginjakkan kaki di sekolah dasar, sekarang sudah duduk pula
dibangku perkuliahan. Semakin bertambahnya umurku, semakin bertambah banyak juga orang yang aku temui,
berinteraksi, saling membutuhkan, dan bahkan menjadi saudara sepenanggungan
seperjuangan denganku. Sama-sama berjuang menjadi insan yang takwa disisiNya.
Saling mengingatkan dalam kebenaran. Saling mengingatkan dalam kesabaran. Ada
pengulangan di dua kalimat tadi. Kata “Saling”. Saling berarti ada hubungan
timbal balik didua sisi tersebut. Ada sisi yang memberi, dan ada sisi yang
menerima dan sebaliknya. Berarti kita membutuhkan orang lain disana. Bertanda
kita bukan makhluk yang bisa hidup
sendiri. Ada peran orang lain membantu kita untuk memenuhi segala
kebutuhan kita. Semakin kita menjadi orang yang kaya, orang terpenting, orang
super, dan semakin lama kita hidup, kebutuhan terhadap orang lain semakin
meningkat.
Kita
akan banyak menemukan bermacam-macam tipe manusia. Ada yang panikkan, pemarah,
penyabar, kuat, lemah, lembut, sopan,
santun, ceroboh, keras kepala, kepala batu, egois, baik hati, bahkan yang
kurang ajar pun ada di dunia ini. Semuanya makhluk Allah Swt. Yang namanya
“manusia”. Tiap pribadi manusia tersebut mempunyai karakter yang berbeda satu
dengan yang lainnya. Indahnya dunia ini, indahnya persahabatan, dan indahnya
ukhuwah islamiyah ini tercipta karena adanya perbedaan tadi. Coba bayangkan
jika semua orang hanya memiliki sifat pemarah saja. Atau semua orang memiliki
sifat penyabar saja. Kira-kira indah gak dunia ini dibuatnya? Aku rasa tidak
sama sekali. Adanya si pemarah karena adanya sipenyabar. Adanya si kuat karena
adanya si lemah. Adanya si cantik karena adanya yang kurang cantik. begitu juga
seterusnya.
Coba
kita lihat para sahabat rasulullah saw, semuanya punya karakter yang
berbeda-beda. Abu bakar dengan sikap penyabarnya, Umar dengan sikap tegasnya,
Utsman dengan sikap lemah lembut dan pemalunya, dan Ali dengan sikap cerianya.
Semuanya berbeda. Tapi dengan perbedaan tersebut Islam mampu tegak karenanya. Hingga
kita bisa merasakan indahnya islam dan manisnya ukhuwah pada saat sekarang ini.
Nah coba bayangkan jika pada saat itu Rasulullah memaksa Umar untuk menjadi
lemah lembut seperti halnya Utsman. atau Rasulullah memaksa Ali untuk penyabar
dan lebih tenang seperti halnya Abu bakar. Mungkin kita tidak akan merasakan
indahnya islam dan manisnya ukhuwah seperti yang kita rasakan pada saat ini.
Tapi Rasulullah mendidik para sahabat sesuai dengan karakter masing-masing.
Rasulullah memahami masing-masing karakter para sahabat.
Suatu
hari Rasulullah tidur terlentang sedang kedua betisnya terbuka. Abu bakar dan
Umar meminta izin masuk dan Beliau masih pada posisinya semula dan membiarkan
betisnya tetap terbuka. Namun saat Utsman yang meminta izin masuk, Beliau
langsung menutup betisnya sambil mengatakan, “ Bagaimana aku tidak merasa malu
kepada orang yang malaikat saja malu kepada dia.” (HR. Muslim).
Bagaimana
dengan kita wahai ikhwahtifillah? Adakah kita mengerti dan memahami sikap
ataupun karakter saudara kita? Setiap kita mempunyai warna sendiri untuk
menghiasi dunia dengan kebermanfaatan kita. Untuk menghiasi dunia dengan warna
kita sendiri. Seperti salah satu dari 10 Ciri Pribadi Muslim yaitu “bermanfaat
bagi orang lain”. Seperti halnya pelangi yang berwarna-warni. Mereka menghiasi
dunia dengan warna mereka sendiri. Ada merah, kuning, hijau, dan warna lainnya.
Kita juga bisa jadi pelangi dunia ini sahabat. Note: Be your self, keep mewarnai dunia dengan warna yang kamu
punya, dan bagaimanapun sikap saudara kepada kita semoga kita dapat memahami
mereka.
(^_^)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar