Kecewa?
Pantaskah
kita kecewa sedangkan belum secuilpun memberi? Katakanlah sudah pernah, namun
apakah mencukupi? Tentu belum seberapa. Dibalik itu, lantas untuk siapa itu
semua engkau lakukan? Setiap detik engkau gaungkan “lillahi ta’alla”. Kenyataan dilapangan, ketika yang diterima tidak
seperti yang engkau harapkan lalu perlahan engkau mundur. Ketika yang diterima
tidak seperti yang engkau perkirakan lalu perlahan wajahmu berubah. Dan ketika
yang terjadi tidak seperti yang engkau inginkan lalu perlahan engkau gaungkan
“aku kecewa”. Pantaskah? Seringkali kita selalu mencari yang sempurna namun tak
berani menuntut diri untuk melakukan hal – hal perbaikan setiap saat.
Sejatinya,
kenapa Allah swt ciptakan manusia lain, hewan, tumbuhan, dan seluruh apa yang
ada dimuka bumi ini semua punya makna. Kenapa tidak Allah swt ciptakan engkau
saja di muka bumi ini? Pernahkah terfikir?
Aku
bukan mencoba munafik untuk masalah ini. Aku juga seperti halnya kamu dan
mereka. Manusia biasa yang belum tentu bersih dari dosa, apalagi kecewa? Hanya
saja bagaimana kembali meluruskan niat yang mulai berlenggok-lenggok manja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar