Melukis Pelangi

Melukis Pelangi

Minggu, 22 Desember 2013

Belajar Ikhlas Dari Seorang Sahabat



Saat berkumpul dengan para sahabat, Rasulullah selama tiga kali berturut-turut menyebut Thalhah sebagai “ahli surga”. Gelar ini mengundang keingintahuan yang besar dari para sahabat yang lain, salah satunya adalah Abdullah bin Umar. Maka, tiga malam Ibnu Umar menginap di rumah Thalhah. Barulah setelah itu ia memahami rahasia mengapa Rasulullah menggelari Thalhah sebagai “ahli surga”.
Thalhah adalah seorang sederhana dan rendah hati. Rupanya ia tidak pernah absen membersihkan hatinya dari segala dengki dan dendam terhadap sesama, setiap kali hendak tidur malam. Ia tak pernah sedikit pun memendam amarah terhadap orang-orang yang hari itu mungkin melukai dan menzaliminya. Begitu mulia, begitu sederhana. Namun, rupanya sebuah amalan penutup malam yang ia lakukan secara kontinu ini mampu mengangkatnya ke sebuah tempat yang dinantikan oleh seluruh manusia. Yaitu Surga.
Kisah Thalhah adalah sebuah contoh kecil, tapi selalu mampu menggetarkan hati kita setiap kali mengingatnya. Ia telah menjadi kisah populer yang diulang-ulang dibanyak literatur. Betapa tidak, sungguh telah terbuktikan bagaimana seseorang mengakhiri harinya tersebut dengan baik, akan membawa keberuntungan besar baginya kelak. Menjaga keindahan amalan yang telah ia perbuat seharian penuh, dengan sebuah keikhlasan untuk dapat melapangkan hati yang telah sempit oleh maksiat dan dosa sepanjang hari.
Bagaimanakah amalanm hari ini kamu akhiri? Yakinlah, bahwa ganjaran Allah sungguh tak terkirakan bagi mereka yang senantiasa berbuat yang terbaik. Sebab, Allah Maha tahu niat yang tersembunyi disetiap hati hamba-Nya. Maka, berusahalah untuk mengakhirinya dengan indah! 

Sumber: buku “Bercermin Pada Hatimu” karangan DH Devita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar