Saat
berkumpul dengan para sahabat, Rasulullah selama tiga kali berturut-turut
menyebut Thalhah sebagai “ahli surga”. Gelar ini mengundang keingintahuan yang
besar dari para sahabat yang lain, salah satunya adalah Abdullah bin Umar.
Maka, tiga malam Ibnu Umar menginap di rumah Thalhah. Barulah setelah itu ia
memahami rahasia mengapa Rasulullah menggelari Thalhah sebagai “ahli surga”.
Thalhah
adalah seorang sederhana dan rendah hati. Rupanya ia tidak pernah absen membersihkan
hatinya dari segala dengki dan dendam terhadap sesama, setiap kali hendak tidur
malam. Ia tak pernah sedikit pun memendam amarah terhadap orang-orang yang hari
itu mungkin melukai dan menzaliminya. Begitu mulia, begitu sederhana. Namun,
rupanya sebuah amalan penutup malam yang ia lakukan secara kontinu ini mampu
mengangkatnya ke sebuah tempat yang dinantikan oleh seluruh manusia. Yaitu
Surga.
Kisah
Thalhah adalah sebuah contoh kecil, tapi selalu mampu menggetarkan hati kita
setiap kali mengingatnya. Ia telah menjadi kisah populer yang diulang-ulang
dibanyak literatur. Betapa tidak, sungguh telah terbuktikan bagaimana seseorang
mengakhiri harinya tersebut dengan baik, akan membawa keberuntungan besar
baginya kelak. Menjaga keindahan amalan yang telah ia perbuat seharian penuh,
dengan sebuah keikhlasan untuk dapat melapangkan hati yang telah sempit oleh
maksiat dan dosa sepanjang hari.
Bagaimanakah
amalanm hari ini kamu akhiri? Yakinlah, bahwa ganjaran Allah sungguh tak
terkirakan bagi mereka yang senantiasa berbuat yang terbaik. Sebab, Allah Maha tahu
niat yang tersembunyi disetiap hati hamba-Nya. Maka, berusahalah untuk
mengakhirinya dengan indah!
Sumber: buku “Bercermin
Pada Hatimu” karangan DH Devita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar