Melukis Pelangi

Melukis Pelangi

Kamis, 19 Desember 2013

Ups... ^_^



Sahabat, pernahkah berfikir bahwa kita banyak sekali menyakiti hati saudara kita yang lain. Mungkin saja kemarin, dua hari lalu, satu minggu ini, atau beberapa bulan yang lalu. Baik itu tanpa sadar atau tidak bermaksud seperti itu. Hati yang telah disakiti akan sulit untuk dipulihkan kembali. Jika diibaratkan pada sebuah paku yang tertancap dikayu. Walaupun pakunya sudah diangkat, namun bekas lobang karena tertancap paku itu akan tetap ada.
 Teringat seorang adek yang secara tidak sengaja menyampaikan padaku kejadian beberapa bulan yang lalu.
“ afwan kak, aku tidak menyangka aja kalau jawaban kakak seperti itu… “ ucapnya takut-takut. Masih dengan senyuman.
Aku mengernyitkan kening. Yang mana? Aku kembali membuka lembaran beberapa bulan lalu. Mencoba mengingat-ingat kembali apa yang aku lakukan saat itu. Aku baru ingat kalau saat itu aku menjawab seperti ini “afwan dek.. jangan kakak ya dek.. bla bla bla” ketika ia meminta bantuan padaku. Aku tidak menyangka kalau jawaban itu membuat ia terluka (afwan ya dek..). Karena didalam fikirannya seorang kakak itu harusnya seperti ini loh.. (kak juga manusia biasa dek..). saat itu aku sibuk dengan masalah yang aku hadapi. Rasanya sulit sekali. Sampai aku bingung harus berbuat apa. Fikiranku jauh menerawang sampai menembus bangunan sidang senat yang ada didepanku. Dan tanpa sadar ternyata adek itu terluka karenaku.
Astagfirullahal azhim… (-_-)
Mungkin saja kita terlalu cuek dan tidak memikirkan perasaan saudara kita. Rasanya satu hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan. Sesampainya dirumah langsung berbaring ditempat tidur sambil tersenyum dan berucap “indahnya hari ini”. Ups.. coba diulang-ulang kembali. Dari awal bangun tidur tadi sampai detik ini ngapain aja? Mungkin saja kita lupa menanyakan kabar saudara kita, atau sekedar say hello, atau karena terlalu sibuk kita lupa memberikan senyuman terindah kita kepada saudara yang padahal sudah siap-siap untuk tersenyum ketika berpapasan dengan kita.
Mungkin saja tadi pagi kita lupa mengucap salam ketika mau berangkat kuliah. Tadi pagi ketika menaiki tangga menuju kelas kita lupa menyapa atau pun tersenyum kepada ibu-ibu yang sedang membersihkan tangga yang kita lewati. Ketika berpapasan di tangga tadi kita bermuka masam ketika teman kita menghadiah senyuman terindahnya pagi itu. Atau ketika berbicara dikelas tadi ternyata kita melukai hati teman kita.
Kita tanpa sadar ternyata seringkali menuntut seorang kakak harusnya seperti ini dan seperti itu. Sampai kita menjabarkan kewajiban seorang kakak beberapa sks. Kita tidak mau tahu hatinya seperti apa? Kesibukkannya apa? Tidak peduli apa yang sudah ia lakukan yang penting hari ini dan selanjutnya harus seperti ini! Astagfirullah.. sadarkah kita bahwa semua itu akan kembali kepada kita. Apa yang kita tuntut itu kembali akan menuntut kita.
Apakah kita tidak akan menjadi seorang kakak juga?
Hal itu bisa saja terjadi. Karena memang kita tidak tahu kapan kita melukai.
Na’udzubillah.. Kemudian kita sibuk mencari pembenaran atas kesalahan kita. Menciptakan beribu pintu ma’af untuk menghilangkan kesalahan itu.  istigfar bareng yuk.. setiap diri kita tidak akan luput dari itu semua. Karena memang tiada manusia yang sempurna. Mari mulai perbaiki diri, mari raih Ridha Allah SWT… ^_^

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar